Sabtu, 07 Mei 2016

Masa dan Kerinduan


Asa yang terkubur masa...
sang fajar lelah menunggu senja...
kemanakah harus bermuara...
tak ada tempat untuk bernaung
hingga sang malam kembali menjemput dalam kegelapan...
semua keindahan-Nya terasa semu...
tak ada gairah
tak ada semangat...
berada dalam ketidakpastian yang membuat para hawa gundah dalam ketaatan...

Senin, 02 Mei 2016

Pengalaman Pertama Membaca Buku Hingga Sekarang




Buku adalah jendela ilmu. Itulah slogan pertama yang aku tahu tentang buku saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar. Tak begitu banyak buku-buku yang aku baca saat itu, meski aku sering ke perpustakaan sekolah, tapi aku pilih-pilih mana buku yang nanti akan aku baca. Perpustakaan sekolahku berada di belakang sekolah, aku dan teman-teman sering mengunjunginya meski ruangannya dipenuhi dengan tumpukan-tumpukan buku dan berdebu tapi kami selalu menghabiskan waktu istirahat kami di perpustakaan sekolah. Disini buku-buku sangat banyak, ada buku sejarah, buku pelajaran, ilmu pengetahuan, novel remaja, sampai buku komik . Aku adalah salah satu penikmat buku komik waktu itu. Alur ceritanya mengasyikkan dan dilengkapi dengan gambar-gambar yang lucu dan berwarna.
Saat aku duduk di Sekolah Dasar, aku hobi menulis biodata diri sendiri. Seperti nulis nama, tempat tanggal lahir, cita-cita, sekolah, motto hidup, makanan pavorit, hal yang disukai, dan tak lupa aku selalu menuliskan hobiku, yaitu : Membaca… Menulis… Selalu seperti itu… memasuki tingkat SMP, aku suka baca novel remaja yang isinya mempunyai makna motivasi diri, baik itu tentang sekolah, teman-teman, ataupun kehidupan di keluarga. Aku senang membaca, tapi saat aku merasa lelah aku memilih untuk istirahat dan tidur. Ada beberapa orang yang suka baca dan terus-terusan tanpa berhenti sebelum satu buku dituntaskan semuanya. Aku salut sama orang yang kayak gini. Hehe…
Memasuki tingkat SMA aku senang membaca, baik itu lewat media sosial ataupun buku-buku motivasi dari mulai tulisan karya Saliim A. F illah, Tere Liye, sampai buku-buku novel karya Habiburrahman El-Shirazi, tidak hanya membaca buku-bukunya, postingannya yang dikirim di media sosial pun (facebook) aku selalu mengikutinya. Aku juga selalu mengikuti postingan-postingan tokoh-tokoh masyarakat seperti Aa Gym, Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Yusuf Mansur, dan lain sebagainya. Kata-kata dan nasehat-nasehat beliau benar-benar sangat berpengaruh bagi diri ini dan manfaat membaca yang aku rasakan benar-benar terasa sampai sekarang. Buku yang aku baca, kebanyakan aku pinjam dari sana sini. Dari perpustakaan, dari teman-teman, dari kakak kelas dan dari orang-orang yang suka baca tentunya.
Banyak kendala dalam mengistiqomahkan membaca ini. Mulai dari membaca yang baru beberapa lembar terhenti karena kantuk yang menyerang, terhenti membaca karena tugas yang menumpuk, sampai lupa untuk meneruskan membaca karena sudah terlewat berhari-hari dan akhirnya rasa malas untuk melanjutkan. Tapi, apapun yang terjadi aku harus bisa mengalahkan rasa malas ini.
Menunggu adalah hal yang membosankan. Baik menunggu dosen masuk kelas, menunggu teman saat kumpul kelompok mengerjakan tugas, dan apapun bentuk menunggu lainnya Tapi bagiku, menunggu adalah suatu kesempatan untuk menambah ilmu dengan membaca. Saat-saat menunggu ini, aku lebih sering mainin handphone, baca ebook ataupun liannya. Apalagi saat aku mempunyai aktifitas baru, yaitu berkunjung ke blog-blog para blogger yang mempunyai bakat dan ambisi yang tinggi dalam menulis karya-karyanya. Dan akhirnya aku mendapatkan inspirasi, pengetahuan, motivasi hidup, semangat untuk berkarya dan masih banyak  manfaat lainnya.
Sangat banyak sekali manfaat hobi dari membaca. Membaca itu relatif, membaca itu dapat dilakukan dimana saja. Membawa buku kemana-mana merupakan suatu hal yang tidak merugikan untuk dilakukan. Membaca buku dapat memberikan berbagai macam manfaat dan inspirasi ataupun referensi informasi untuk mendapatkan peluang di masa depan.
Jujur, aku sendiri lebih suka membaca lewat media sosial ataupun berbentuk digital karena terkesan simple seperti ebook dan sebagainya. Karna peluang untuk membaca di zaman sekarang sudah sangat mudah jika kita pintar-pintar menggunakan dan mampu memfungsikan alat-alat teknologi informasi dan komunikasi saat ini, yaitu dengan menggunakannya dalam hal yang positif. Tetapi bukan suatu hal yang harus dilupakan, meskipun media sosial lebih canggih tapi buku harus tetap menjadi media nomor satu dalam membaca.
 Membaca juga merupakan salah satu metode untuk menambah wawasan dan meningkatan kecerdasan otak. Sering membaca menyebabkan otak akan aktif  dan mempunyai daya respon yang cepat. Pengalaman membaca ini bermacam-macam, dan saat ini aku menemukan sesuatu yang berbeda dalam membaca yaitu membaca kitab kuning. Mungkin kebanyakan orang sudah biasa dalam membaca kitab kuning ini apalagi yang mempunyai pengalaman menuntut ilmu di pondok pesantren.
Ada beberapa kitab yang yang aku pelajari saat ini, yaitu Ta’lim muta’alim, fathul qarib, tafsir jalalain, mukhtar hadits dan safinnatunnajah. Sebenernya bingung karna ini merupakan hal yang pertama dalam belajar kitab. Semangat sempet surut karna mungkin bisa dibilang ketinggalan dari temen-temenku yang sudah jago dalam kitab ini. Tapi teringat pesan ustadz pada waktu itu, meskipun kita belum bisa membaca dan merasa kesulitan, istiqomah dan sabar. InsyaAllah seiring berjalannya waktu Allah akan memberikan pemahaman kepada kita.
Dari 5 kitab ini, kitab yang paling senang dan aku lebih paham isinya yaitu kitab mukhtar hadits. Kitabnya berisi tentang  hadits-hadits Rasulullah SAW., lebih mudah dipahami karena bahasa arabnya lengkap memakai syakal… hehehe. Hikmah yang dapat diambil dari Pengalaman membaca kitab ini tentunya merupakan suatu hal yang harus disyukuri karena Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk mengenal dan belajar untuk memahami isi dari kitab ini.
Kesimpulannya, harus tetap semangat dalam usaha untuk tetap continue dalam membaca, karna membaca mempunyai manfaat untuk diri sendiri dan menuangkannya dalam tulisan untuk bermanfaat bagi orang lain. Sudah saatnya untuk terus memaksakan diri sendiri dalam kebenaran. 

So… keep reading guys… 

Sang Fajar di Ufuk Timur


 
Ku tarik nafas perlahan dan dalam di subuh itu
Terasa sejuk dan hangat hingga bermuara di dada
Relung hati terasa tentram dan damai
Ada kebahagiaan abadi yang terungkap lewat tasbih,
Ada kesyukuran hati yang terungkap lewat tahmid dan ada kesadaran iman yang terungkap dengan takbir
Langit gelap belum masa purnama
Tetap indah langit di waktu subuh
Gemaan lantunan Qalam-Nya sampai ke langit itu
Hingga memantulkan keberkahan ke bumi tempat berpijak
Auranya benar-benar  bersinar
Ku pandanginya hingga fajar menjelang…


Minggu, 01 Mei 2016

Pelajaran di balik Penyesalan





Penyesalan memang selalu datang terlambat. Penyesalan dapat berupa kata-kata yang sudah terucap ataupun berbentuk tindakan yang salah di mata yang lain. Penyesalan biasanya dimulai dengan kata-kata yang telah diucapkan kepada lawan bicara tanpa memikirkan dampak dari apa yang telah dikatan atau pun bisa jadi kata-kata yang terlontar itu bukan ungkapan yang tidak dipikir terlebih dahulu, tapi karena spontanitas ungkapan yang apa adanya. Manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda, baik dilihat dari segi kebiasaan, ataupun juga suatu bentuk karakter baru yang dibangun oleh diri sendiri.
Ah… rasanya dada ini terasa sesak karna telah ku dapati seseorang yang mungkin hatinya sedikit tersayat oleh kata-kataku yang kurang berkenan. Menyesal iya… mungkin karena aku spontanitas untuk mengungkapkan rasa penasaranku kepada yang bersangkutan. Atau mungkin karena aku yang terlalu jujur?  Ataukah polos?...
Hanya beribu maaf yang bisa terhaturkan… semoga diri ini diberikan kesempatan untuk bisa menata kata-kata dan menjaga lisan ini dengan sebaik-baik ucapan… 
           Pelajaran di awal mei, semoga menjadi perbaikan diri untuk di hari-hari selanjutnya.... 











           

Sabtu, 30 April 2016

Kesan Mengenal Komunitas BAM (Blogger Aktif Menulis)

 Setiap orang sangat menunggu kehadiran hari sabtu dalam setiap akhir pekan. Pastinya dengan persiapan dan rencana-rencana khusus tersendiri yang akan dilakukan diakhir pekan nanti. Mulai dari persiapan untuk liburan, acara keluarga, hangout bareng sahabat, bertemu dengan someone spesial, sampai merencanakan untuk tidur seharian karena bebas dari rutinitas dan aktifitas yang menyita waktu setiap harinya. Sangat banyak pilihan-pilihan acara yang akan dilaksanakan diakhir pekan oleh kebanyakan orang. Tetapi, tidak lepas dari itu, masih banyak juga orang-orang yang masih sibuk dengan pekerjaannya dan tetap dilakukan disetiap akhir pekan. 
     Akhir pekan atau bisa juga dibilang malam minggu adalah hari yang sudah aku “cap” sebagai hari yang paling membosankan. Semua orang sibuk dengan acaranya masing-masing, pergi dan tak kembali dalam waktu yang singkat. Akhirnya aku berfikir dan merenung… apa yang harus aku lakukan? Setidaknya ada kegiatan yang harus aku ikuti atau pekerjaan yang harus aku selesaikan.   Akhirnya aku berusaha untuk memproduktifitaskan waktu dengan mengikuti kegiatan-kegiatan diskusi ataupun sekedar mengikuti kumpulan-kumpulan bersama orang-orang para pencari ilmu, dan Alhamdulillah rasa bosan ini sedikit terobati.
    Aku mengenal handphone sejak kelas 2 smp, yang hanya bisa digunakan untuk telpon dan sms. Sejak dulu aku sudah terbiasa membeli barang yang disesuaikan dengan kebutuhan. Hingga akhirnya kebiasaan itu masih melekat sampai sekarang. Menginjak SMA aku menabung hingga dapat membeli handphone dengan aplikasi kamera dan dapat digunakan untuk browsing tetapi bukan semacam hp android. Hingga menginjak masa kuliah disitulah aku mulai dikenalkan dengan handphone android dengan berbagai macam aplikasi yang lebih mudah dan lebih luas lingkupnya.
     Aku yang memang senang membaca, selalu mencari-cari kegiatan meskipun hanya sekedar membaca postingan-postingan di media sosial, aku selalu merasa asyik dengan caraku. Salah satu hal paling berkesan adalah membaca postingan dari grup whatsapp tentang pendaftaran anggota BAM. Kesan yang aku rasakan saat membaca postingan ini aku merasa tertarik dan tidak tertarik… hehe. Pertama, tertarik karena terdapat kata ‘menulis’, tidak tertarik karena terdapat kata ‘Blog’.      Aku yang sejak dulu senang menulis sangat sensitif terhadap informasi-informasi yang berhubungan dengan kepenulisan. Tetapi kalo untuk masalah Blog aku merasa fanatik karena rasanya ribet dan terlalu berat untuk dipelajari. Hehe… Aku pun memutuskan untuk mendaftar menjadi anggota komunitas BAM dan beberapa hari kemudian akhirnya diaccept oleh Mas Admin. Tidak terlalu menyita waktu dalam tahap penyesuaian dan perkenalan bersama anggota grup. Obrolan yang nyambung dan terarah. Meski sempat terganggu karena tiba-tiba terdapat notification WhatsApp yang membludak hingga ratusan chat. Sebenarnya aku sempat terganggu, tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya aku dapat menikmati prosesnya, dan ilmu yang aku dapatkan seputar blog pun lumayan sedikit bertambah. Setidakmya aku sudah merasa tidak fanatik lagi dengan yang namanya ‘Blog’. Karna salah satu fungsi dari blog itu sendiri adalah media untuk menulis, baik menyampaikan ilmu, motivasi ataupun inspirasi hidup.
Bukan suatu hal yang berlebihan atau pun lebay. Tetapi yang saya rasakan sekarang, aktifitas yang aku lalui kini lebih berwarna-warni seperti pelangi. Hehehe… Hmm… begitulah caraku dalam memaknai hidup. Mencari dan mendapatkan inspirasi darimana pun arahnya dan dimana pun tempatnya. Sungguh, sangat bersyukur diberi kesempatan untuk mengenal para anggota BAM ini, dari berbagai macam daerah pula (se-nusantara), mempunyai visi, misi dan tujuan yang sama. Menulis untuk menginspirasi Ummat… Menulis untuk menyampaikan Ilmu…. Dan Menulis untuk penyempurnaan dalam mengekspresikan makna kehidupan… tidak hanya jiwanya yang hidup tetapi akal, pikiran dan hati juga perlu nutrisi untuk tetap hidup. Dengan cara mencari inspirasi, menjadi inspirasi (menulis) dan mendapat inspirasi (membaca). . . 

Jumat, 29 April 2016

Motivasi Hidup

                                                            

     Motivasi Hidup adalah suatu energi positif dalam bentuk semangat yang dapat mempengaruhi segala aktifitas kita dalam menjalani alur hidup yang penuh dengan warna warni ini. (Motivasi merupakan suatu alat pelecut diri untuk tetap konsisten dalam memegang prinsip hidup dalam  jangka waktu  yang panjang agar terus dan tetap bertahan dalam indahnya luka likunya hidup. Motivasi dapat kita temukan dimanapun tempatnya. Dari sekian banyak motivasi hidup yang saya dapatkan, dalam tulisan ini, ijinkan saya untuk mengulas sedikit saja perjalanan saya dalam mendapatkan motivasi dan semangat hidup dari kedua orang tua saya… Ayah dan Ibunda tercinta.
     Sangat saya sadari banyak sekali perubahan yang saya rasakan pasca saya berada jauh dari kedua orang tua untuk menuntut ilmu di rantau. Masih teringat awal di rantau, 3 bulan telah  berlalu dan saya jalani perjalanan ini tanpa ditemani Ayah dan Ibu. Selama 3 bulan ini saya dan teman-teman ditempa dengan berbagai kegiatan yang bisa disebut ekstrim dan menakjubkan dengan disuguhkan berbagai macam kegiatan kampus dan kegiatan  program keagamaan. Mulai dari kegiatan ta’aruf/ospek yang disuguhkan dengan berupa pemaparan materi yang menyita waktu untuk menambah wawasan kita sampai kepada outbond-outbond yang dilakukan oleh kakak kelas yang bertujuan menempa mentalitas kita, sampai kepada program-program keagamaan yang menbutuhkan waktu tenaga dan pikiran yang cukup ekstra. Baru 3 bulan telah ku lalui perjalanan ini tetapi terasa sudah begitu lama waktu yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan karena memang kegiatanku yang dulu tak begitu padat seperti saat ini. 
      Hampir ganjil 3 bulan aku berada di rantau, pengalaman-pengalaman baru telah aku telan untuk dijadikan bahan pelajaran. Aku hanya bisa mengambil hikmah. Dimana disini aku dituntut agar dapat bersikap dengan cermat dan cepat tanggap. Semuanya mengalir apa adanya dan aku memang menikmatinya. 3 bulan disini mungkin bisa disebut suatu percobaan yang keras dan bertujuan untuk membuat suatu pembisasaan diri dalam menghadapi ujian, tantangan hidup dan menghadapi masa dan jalan yang panjang kedepannya. Perjalanan hidup yang membutuhkan proses memang hanya dapat ditempuh oleh orang-orang pilihan yang mempunyai prinsip hidup dan konsekuen terhadap pilihan yang telah diambilnya.
      Selama perjalanan ini tak sedikit aku berpikir untuk berhenti di tengah jalan. Aku yang egois dan tanpa sadar untuk memikirkan perasaan orang-orang yang telah mendukung pilihan ini. Aku memutuskan untuk berhenti. Hanya perasaan dan pikiran saja yang terus bergermuruh di dada ini. Hingga akhirnya aku terpikir akan harapan kedua orang tua untuk meminta anaknya ini menjadi orang yang SUKSES di dunia dan akhirat. Sampai akhirnya saat ini, 2 tahun telah berlalu dan aku bisa menjalaninya. Aku dan motivasiku berharap untuk terus bersama. Agar kelak saat aku rapuh akan tetap ada setitik harapan. Meski hanya berupa kata-kata yang terngiang di telinga ini . . . Ya.. itulah suara Ayah dan Ibuku… harapan-harapannya, nasehat-nasehatnya dan cita-cintanya terhadap sang anak. Tak dapat terpungkiri, hanya keluluhan hati yang dirasa saat teringat segala asa yang diinginkannya. . . 


Selasa, 05 April 2016

Surat Untuk Ayah

Ayah... aku merasa kita sekarang semakin jauh... bukan merasa, tapi faktanya kita memang jauh karna jarak yang memisahkan.

Waktu itu, jarak kita sangat dekat, tapi kita masih tetap berjauhan...
Tak ada obrolan, tak ada candaan, tak ada pelukan ataupun sekedar berbagi cerita di senja hari melihat jingganya matahari terbenam menunggu malam... Tak ada.
Dulu...
Waktu itu... aku masih ingat saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kita sempat dekat Ayah... kau menuntunku dan mendengarkan aku mengaji surat-surat pendek. Hingga akhirnya kau tertidur ba'da subuh itu, meski sepertinya kau masih tetap mendengarkan aku mengaji.

Ayah...
Waktu itu bulan ramadhan, aku selalu berbuka saat tiba waktu adzan dzuhur berkumandang. Belum pernah sampai ashar apalagi sampai magrib. Tapi, waktu itu... kali pertamanya aku berpuasa hingga adzan magrib itupun karna aku tertidur sampai ashar, dan aku memutuskan untuk berbuka waktu magrib. 
Waktu itu... kau berkata "Iya sampai magrib aja sekali ini mah, kan anak Ayah mah cerdas". dan akhirnya kau mengajak aku jalan ke alun-alun kota. Berdua...

Ayah... 
Waktu itu... Setiap kali ayah pulang kerja aku selalu digendong ayah, padahal ayah masih capek karna baru nyampe rumah. Tapi engkau tetap bersemangat menggendong anakmu ini...

Ayah...
Waktu itu aku sempat bercerita banyak, tentang sekolah, tentang teman-teman dan celoteh-celoteh lucuku dulu. Kita akrab, bersama ibu dan kakak-kakak.

Ayah... 
waktu itu aku sakit, aku tau ayah khawatir. Tapi aku tak begitu menghiraukannya...
Ayah dan masa kecilku... Tak sepenuhnya aku dapat mengekspresikan kebahagiaanku akan segala bentuk sekecil apapun yang engkau persembahkan untuk anakmu ini.

Ayah...
Jujur aku rindu masa-masa itu...
masa dimana aku injakkan kaki ini di atas punggungmu hanya untuk sekedar menghilangkan sedikit rasa capek dan pegalmu itu.

Ayah...
Waktu itu aku bersama ayah menunggu warung di jalan yang deket trotoar itu, aku tertidur dan ayah mengipas-ngipas badan ini karna panasnya malam Ibu Kota Jakarta. 
Terimakasih atas perhatian itu Ayah...


Hingga akhirnya kini ku beranjak dewasa... kita tak sedekat dulu. Ayah sekarang berubah. Tak semua perkataanku dan obrolanku kini ayah terima. Ayah selalu ingin menang dengan pendapat Ayah. Meskipun begitu, aku tak marah ayah...

Ayah...
waktu itu saat aku mengikuti test seleksi, ayah meminta ijin agar dapat mengantarkanku. Tapi aku menolak tak mau diantar. Bukan aku malu ayah... bukan karna aku merasa udah jadi anak gede, aku hanya takut ayah kecewa kalo aku nanti gagal atau nggak diterima...

Ayah...
Menurutku kasih sayang Ayah tak selalu diekspresikan secara blak-blakkan... Kini aku mengerti Ayah... 

Ayah... intensitas kita bertemu semakin terbatas. semoga do'a-do'a yang terhaturkan tidak pernah terhalang oleh ruang dan waktu... 

Thank's for all Ayah... 
Aku akan berusaha untuk membuat ayah bahagia... ♡♡♡