Sahabat sejati adalah orang yang paham akan karakter yang kita miliki... mengalah saat kita marah dan membantu saat kita kalah...
Sahabat adalah sosok yang akan selalu menguatkan saat kita berada dalam posisi yang sulit... memberi semangat dan do'a...
Sahabat adalah tempat kita untuk mencurahkan segala kebahagiaan dan kesedihan...
Sahabat adalah dia yang tulus bukan modus...
Sahabat itu aku dan kamu yang kan selalu merindu...
Tampilkan postingan dengan label writing programs everyday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label writing programs everyday. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Mei 2016
Sahabat
Sabtu, 07 Mei 2016
Masa dan Kerinduan
Asa yang terkubur masa...
sang fajar lelah menunggu senja...
kemanakah harus bermuara...
tak ada tempat untuk bernaung
hingga sang malam kembali menjemput dalam kegelapan...
semua keindahan-Nya terasa semu...
tak ada gairah
tak ada semangat...
berada dalam ketidakpastian yang membuat para hawa gundah dalam ketaatan...
Senin, 02 Mei 2016
Sang Fajar di Ufuk Timur
Ku tarik nafas perlahan dan dalam di
subuh itu
Terasa sejuk dan hangat hingga bermuara
di dada
Relung hati terasa tentram dan damai
Ada kebahagiaan abadi yang terungkap
lewat tasbih,
Ada kesyukuran hati yang terungkap lewat
tahmid dan ada kesadaran iman yang terungkap dengan takbir
Langit gelap belum masa purnama
Tetap indah langit di waktu subuh
Gemaan lantunan Qalam-Nya sampai ke
langit itu
Hingga memantulkan keberkahan ke bumi
tempat berpijak
Auranya benar-benar bersinar
Ku pandanginya hingga fajar menjelang…
Minggu, 01 Mei 2016
Pelajaran di balik Penyesalan

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Penyesalan dapat berupa kata-kata yang sudah terucap ataupun berbentuk tindakan yang salah di mata yang lain. Penyesalan biasanya dimulai dengan kata-kata yang telah diucapkan kepada lawan bicara tanpa memikirkan dampak dari apa yang telah dikatan atau pun bisa jadi kata-kata yang terlontar itu bukan ungkapan yang tidak dipikir terlebih dahulu, tapi karena spontanitas ungkapan yang apa adanya. Manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda, baik dilihat dari segi kebiasaan, ataupun juga suatu bentuk karakter baru yang dibangun oleh diri sendiri.
Ah… rasanya dada ini
terasa sesak karna telah ku dapati seseorang yang mungkin hatinya sedikit
tersayat oleh kata-kataku yang kurang berkenan. Menyesal iya… mungkin karena
aku spontanitas untuk mengungkapkan rasa penasaranku kepada yang bersangkutan.
Atau mungkin karena aku yang terlalu jujur? Ataukah polos?...
Hanya beribu maaf yang bisa terhaturkan…
semoga diri ini diberikan kesempatan untuk bisa menata kata-kata dan menjaga
lisan ini dengan sebaik-baik ucapan…
Pelajaran di awal mei, semoga menjadi perbaikan diri untuk di hari-hari selanjutnya....
Langganan:
Postingan (Atom)