Senin, 04 April 2016

Ma’rifatunnas (Mengenal Manusia)



Bismillahirrahmaanirrahiim….

….Kenalilah diri sendiri maka engkau akan mengenal RAbb-Mu….

 Mengenal manusia mempunyai makna sangat kompleks. Pada hakikatnya mengenal manusia adalah suatu kewajiban kita yang terlahir dan diciptakan sebagai manusia yang mempunyai akal untuk berfikir dan akal fikiran ini tentunya harus dipakai untuk terus menggali dan mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan segala ciptaan-Nya, yang menciptakan Langit dan Bumi beserta isinya, yaitu Allah SWT., yang mempunyai Kerajaan Langit dan Bumi yang menguasai seluruh Alam ini. 
      Ada pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang” atau “Tak kenal maka ta’aruf (kenalan)” dan perkenalan yang satu ini sangat jarang dilakukan (ma’rifatunnas). Misalnya kita sayang terhadap seseorang, sebut saja orang tua (Ibu dan Bapak), contoh sederhananya kita sebagai anak mempunyai perhatian lebih terhadap orang tua mengetahui hal apa saja yang disukainya, mengetahui hal apa saja yang tidak disukainya, baik itu yang berhubungan dengan makanan, keadaan di rumah, dalam hal bersikap ataupun hal lainnya. Ini merupakan bentuk salah satu perkenalan, mengenal hal yang disukai ataupun tidak disukainya dan ini adalah bentuk kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya yang mempunyai tujuan untuk memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua. Begitu juga “ma’rifatunnas” sudah kewajiban kita untuk mengenal diri sendiri. Apa tujuan diciptakannya manusia, apa kewajiban yang harus dilakukan manusia, apa yang harus ditinggalkan oleh manusia, apa perbedaan manusia dengan makhluk lainnya (hewan), bagaimana proses penciptaannya, dan sebagainya.
      Persamaan yang jelas antara manusia dengan makhluk lain (hewan) :
1. Mengalami proses penciptaan
   Manusia dan hewan sama-sama mengalami proses penciptaan : dari yang tidak ada menjadi ada.
2. Memerlukan kebutuhan biologis.
Sama-sama membutuhkan kebutuhan biologis seperti makan, minum, tempat tinggal dan lain sebagainya.
3. Lahir dengan tidak membawa apa-apa.

Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya :

1. Manusia dibekali fitrah (QS. Al-A’raaf:[7]172)

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.

Ayat ini menjelaskan tentang kesaksian Allah SWT., terhadap manusia saat berada di alam ruh. 

2. Diberi Amanah (QS. Al-Baqarah:[2]:30)

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikata:”SEsungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalidah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Ayat ini merupakan penjelas bahwa Allah Maha Mengetahui terhadap sesuatu yang belum diketahui makhluk-Nya baik oleh manusia atau malaikat. Allah memberikan amanahpun pada dasarnya merupakan kepercayaan-Nya terhadap manusia bahwa manusia dapat menjalankan amanah dari Allah SWT., (sebagai khalifah/pemimpin di muka bumi).

3. Diberi tugas untuk beribadah kepada Allah SWT., 

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

Mengabdi=Beribadah.

 Ibadah adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh seorang ‘abid (hamba) yang di dalamnya ada nilai-nilai keta’atan, ketundukan, kepatuhan, penghambaan, kecintaan kepada ma’bud.

 Ibadah kepada Allah adalah segala aktifitas yang dilakukan oleh seorang ‘abid yang didalamnya ada nilai-nilai keta’atan, ketundukan, kepatuhan, penghambaan, dan kecintaan kepada Allah.

 Ibadah kepada selain Allah adalah segala aktifitas yang dilakukan oleh seorang ‘abid yang di dalamnya ada nilai-nilai keta’atan, ketundukan, kepatuhan, penghambaan, dan kecintaan kepada selain Allah. Selain Allah disini mempunyai arti terhadap sesama manusia baik dalam kategori atasan dalam suatu perusahaan ataupun lainnya. Saling menghargai oke. Loyalitas oke. Tetapi jika keluar dari prinsip hidup manusia, tetap harus ditolak dan tidak diikuti dengan cara baik-baik.

 Introspeksi diri… Perbaiki niat… Semangat… !!!!!


1 komentar:

  1. Saya boleh tidak menjiplak karya anda lalu saya dakwah kan ke teman² di channel yotube saya ?

    BalasHapus